A. TUJUAN PEMBELAJARAN
Melalui pendekatan Deep Learning (pengalaman bermakna, pemahaman mendalam, dan refleksi) serta metode praktik langsung, peserta didik mampu:
Memahami konsep dasar himpunan asal (domain), himpunan tujuan (kodomain), dan aturan relasi.
Mengidentifikasi syarat-syarat khusus suatu relasi agar dapat dikategorikan sebagai fungsi (pemetaan).
Membedakan secara analitis dan visual antara relasi fungsi dan relasi bukan fungsi (non-fungsi) melalui studi kasus kehidupan sehari-hari
B. DIMENSI PROFIL PELAJAR PANCASILA
Beriman, Bertakwa kepada Tuhan YME, dan Berakhlak Mulia: Mensyukuri keteraturan sistem dalam logika matematika dan informatika sebagai ciptaan Tuhan.
Bernalar Kritis: Mampu menganalisis syarat-syarat fungsi dan mengidentifikasi perbedaan relasi fungsi serta non-fungsi secara akurat.
Mandiri: Bertanggung jawab menyelesaikan lembar kerja peserta didik (LKPD) secara individual maupun kelompok dengan inisiatif tinggi.
Bergotong Royong: Berkolaborasi dalam kelompok saat melakukan praktik simulasi diagram panah dan pemetaan objek.
Media Visual: Infografis diagram panah (Himpunan A ke Himpunan B), video animasi pendek tentang pemetaan relasi dan fungsi.
Alat & Bahan Praktik Langsung (Hands-on): Papan flanel/kertas karton manila, kartu nama/kartu objek (kartu siswa, kartu hobi, kartu kelas), tali/benang wol atau spidol warna-warni untuk membuat simulasi diagram panah manual.
Perangkat Teknologi: Proyektor/Infocus, Laptop/Gawai, Akses Internet (jika diperlukan untuk kuis interaktif).
Sumber Belajar:
Bahan ajar dari MGMP Informatika SMP Kabupaten Jombang: Perbedaan Relasi dan Relasi Bukan Fungsi (Non-Fungsi).
D. PENDEKATAN DAN METODE PEMBELAJARAN
Pendekatan: Deep Learning (fokus pada Mindful Learning, Meaningful Learning, dan Joyful Learning — memahami konsep secara bermakna, mendalam, dan aplikatif).
Model Pembelajaran: Discovery Learning & Problem-Based Learning.
Metode: Diskusi kelompok, demonstrasi visual, praktik langsung (hands-on activity), dan refleksi.
E. LANGKAH-LANGKAH KEGIATAN PEMBELAJARAN
1. Kegiatan Pendahuluan (10 Menit)
Kesiapan & Mindful Learning: Guru membuka kelas dengan salam, mengecek kehadiran, dan mengajak peserta didik berdoa. Guru memusatkan perhatian siswa (mindfulness) lewat pemutaran ilustrasi singkat mengenai pengelompokan data dalam kehidupan sehari-hari (misal: pencocokan nama siswa dengan kelasnya).
Apersepsi: Guru mengajukan pertanyaan pemantik: "Pernahkah kalian memasangkan nama teman dengan hobi mereka? Apakah setiap anak pasti hanya punya satu hobi atau boleh lebih dari satu? Apa dampaknya pada aturan pemasangan?"
Motivasi: Menyampaikan tujuan pembelajaran bahwa pemahaman relasi dan fungsi sangat penting dalam struktur data informatika dan pemrograman.
2. Kegiatan Inti (60 Menit) — Menggunakan Pendekatan Deep Learning & Akomodasi Gaya Belajar
Fase 1: Memahami Konsep Dasar (Visual & Kontekstual) — Meaningful Learning
Guru menampilkan infografis visual dari materi MGMP Jombang mengenai perbedaan Relasi dan Fungsi.
Peserta didik dengan gaya belajar visual mengamati diagram panah Himpunan A (Domain) dan Himpunan B (Kodomain) pada layar proyektor atau lembar materi.
Guru menjelaskan konsep kunci:
Relasi: Aturan yang memasangkan anggota domain ke kodomain.
Syarat Fungsi: Domain wajib punya pasangan (tidak jomblo) dan tepat punya satu pasangan. Jika melanggar, disebut Relasi Bukan Fungsi (Non-Fungsi).
Fase 2: Praktik Langsung (Hands-On Activity) — Experiential Learning
Kelas dibagi menjadi beberapa kelompok kecil. Setiap kelompok diberikan alat peraga visual berupa Karton Manila (papan himpunan), kartu nama anggota himpunan, dan spidol/benang.
Aktivitas Praktik:
Kelompok 1 & 2: Mensimulasikan relasi "Masuk di Kelas" (Contoh Fungsi: Andi ke 7A, Budi ke 7B, Citra ke 7C). Siswa menarik garis panah secara fisik menggunakan benang/spidol.
Kelompok 3 & 4: Mensimulasikan relasi "Menyukai Hobi" di mana satu anak bisa memilih dua hobi atau ada anak yang tidak memilih (Contoh Non-Fungsi).
Peserta didik dengan gaya belajar kinestetik/praktik langsung memegang dan menyusun kartu serta menarik garis secara langsung untuk melihat mana himpunan yang memenuhi syarat fungsi atau non-fungsi.
Fase 3: Analisis Mendalam & Pemecahan Masalah (Critical Thinking)
Setiap kelompok menganalisis hasil praktik mereka ke dalam lembar kerja, membandingkan sifat-sifat khusus antara fungsi dan bukan fungsi (misalnya: apakah kodomain boleh bercabang atau tidak memiliki pasangan?).
Perwakilan kelompok mempresentasikan hasil diagram panah buatan mereka di depan kelas. Guru memberikan penguatan konsep secara mendalam (Deep Understanding).
3. Kegiatan Penutup (10 Menit)
Refleksi (Mindful Reflection): Guru bersama peserta didik menyimpulkan pembelajaran hari ini. Siswa menuliskan refleksi singkat: "Apa hal baru yang saya pahami hari ini mengenai perbedaan relasi dan fungsi?"
Umpan Balik & Penilaian: Guru memberikan apresiasi atas keaktifan kelompok dan melakukan asesmen formatif singkat.
Tindak Lanjut: Guru menutup pelajaran dengan pesan motivasi dan salam penutup.
F. PENILAIAN (ASESMEN)
Asesmen Sikap (Profil Pelajar Pancasila): Observasi keaktifan kerja sama kelompok (Gotong Royong) dan ketelitian bernalar kritis saat praktik membuat diagram panah.
Asesmen Performa (Keterampilan): Ketepatan kelompok dalam menyusun alat peraga visual (diagram panah) relasi fungsi vs non-fungsi.
Asesmen Tertulis (Pengetahuan): Soal latihan identifikasi domain, kodomain, dan penentuan apakah suatu diagram panah termasuk fungsi atau bukan fungsi.





Oktober 11, 2026
tiksmpjbg